Hukum Puasa 9 Hari Awal Dzulhijjah

puasa sunah 9 dzulhijjah - idul adha

 

❓ Pertanyaan:
Ustadz, hadis tentang puasa 9 hari awal bulan Dzulhijjah itu sohih tidak? Jazaakallahukhoiron.

✅ Jawaban:
Secara khusus tidak ada hadits yang memerintahkan puasa 9 hari awal Dzulhijjah secara keseluruhan, akan tetapi terdapat dalam sebagian hadits bahwa Nabi shalallahu’alaihi wasallam berpuasa sembilan hari awal Dzulhijjah, sebagaimana yang dituturkan oleh sebagian istri beliau shalallahu’alaihi wasallam,

«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ، وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ» أبو داود رقم: 2437

“Adalah Nabi shalallahu’alaihi wasallam berpuasa sembilan hari (pertama) Dzulhijjah, hari Asyura’ dan tiga hari setiap bulan dan awal senin dan kamis setiap bulan.” (HR Abu Daud. No. 2437, dishohihkan oleh Syaikh Al-Bani rahimahullah)

Dan yang paling utama dari hari hari tersebut adalah berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari Arafah, yang keutamaannya akan menghapuskan dosa setahun yang berlalu dan yang akan datang, sebagaimana dalam hadits Nabi shalallahu’alaihi wasallam bersabda,

(أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده) رواه مسلم (رقم: 1162).

“Aku berharap kepada Allah semoga (puasa 9 Dzulhijjah) menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim (no. 1162))

Kendati tidak ada perintah secara khusus untuk berpuasa sembilan hari pertama Dzulhijjah secara keseluruhan, akan tetapi hal itu sangat dianjurkan untuk dilakukan, karena termasuk kedalam keumuman hadits yang menjelaskan keutamaan melakukan amal sholeh di 10 awal Dzulhijjah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi shalallahu’alaihi wasallam, dan tidak diragukan bahwa puasa adalah amalan yang sangat agung disisi Allah.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ» يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ» رواه أبو داود رقم: 2438 .

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tiada hari-hari yang amal sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (yaitu: hari-hari sepuluh Dzulhijjah), mereka bertanya, “Bagaimana dengan jihad dijalan Allah?” Beliau shalalallahu’alaihi wasallam bersabda, “Juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu apapun (yaitu: ia mati syahid)”. H.R Abu Daud no, 2438.

🔰adapun hadits ‘Aisyah radhiyallah ‘anha yang menjelaskan bahwa,

«مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَائِمًا فِي الْعَشْرِ قَطُّ» وفي رواية : «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَصُمِ الْعَشْرَ» رواه مسلم (1176).

“Saya tidak perna melihat Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam berpuasa sepuluh hari (Dzulhijjah) sama sekali”. Dalam riwayat lain: “Sesungguhnya Nabi shalallahu’alaihi wasallam tidak perna puasa sepuluh hari (Dzulhijjah). H.R Muslim, no. 1176.

✅ Hadits ini sama sekali tidak kontradiksi dengan hadits sebelumnya dan juga tidak menafikan keutamaan berpuasa sembilan hari awal Dzulhijjah, akan tetapi beliau hanya menuturkan apa yang dilihatnya dan tidak menapikan apa yang tidak dilihat dan yang tidak diketahuinya.

📚 Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para ulama menjelaskan: ‘Aisyah hanya menuturkan bahwa beliau tidak belihat nabi berpuasa, bukan berarti Nabi shalallahu’alaihi wasallam meninggalkannya (tidak puasa) sama sekali, karena kemungkinan Nabi shalallahu’alaihi wasallam berada disisi ‘Aisyah pada salah satu hari dari sembelian hari tersebut, dan sisa hari-hari selainya beliau shalallahu’alaihi wasallam bersama istri istri yang lain. Atau boleh jadi beliau shalallahu’alaihi wasallam berpuasa sebagian hari disebagian waktu dan berpuasa seluruhnya di waktu yang lain dan meninggalkannya di sebagian waktu karena alasan safar atau sakit atau sebab yang lain, dengan demikian hadits-hadits tersebut bisa dikolaborasikan (digabungkan).” (Lihat : Al Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab” 6/38)

✅ Kesimpulan:
Disunnahkan berpuasa disembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, baik secara keseluruhan atau sebagian hari dan yang paling utama adalah pada hari 9 Dzulhijjah, yaitu hari Arafah.

Wallahu a’lam.

Semoga Allah Ta’ala memberikan pertolongan kepada kita untuk berdzikir, bersyukur dan melakukan ibadah yang terbaik kepadaNya, Amiiin.

—————–

✍Muhammad Nur Ihsan, Hafidzahullah.

🗓STDI Iman Syafi’i , Jember.
2 Dzulhijjah 1438 H/ 24 agustus 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *