Apa yang Kita Takuti Diakhir Ramadhan Ini?

akhir ramadhan

๐Ÿ€ย Banyak amal ibadah yang telah dikerjakan dibulan yang penuh berkah, berbagai ketaโ€™atan yang telah dilakukan, puasa dan shalat tarawih dengan penuh keimanan demi mengharapkan pahala Allah, membaca al qurโ€™an dan mengkhatamkannya, dzikir kepada Allah dalam setiap kesempatan dan keadaan, bershadaqah dan ketaโ€™atan yang lainnya.

Semua itu semata-mata hanya berkat pertolongan Allah dan karunia dariNya, tanpa pertolonganNya tentu kita tidak tidak bisa berbuat apa-apa, arena tiada daya dan upaya kecuali hanya dengan izin Allah.

โ“Akan tetapi yang mejadi pertanyaan dan renungan kita adalah: apakah amal ibadah tersebut telah diterima oleh Allah ? inilah yang tidak bisa kita pastikan jawabannya.

โœ…Oleh karenanya merupakan sifat orang orang yang beriman adalah mereka senatiasa berharap dan merasa cemas dalam beribadah kepada Allah, mereka berharap agar segala ibadah yang mereka lakukan diterima oleh Allah, mereka cemas dan khawatir, jangan jangan amal ibadah mereka ditolak oleh Allah Ta’ala.

Allah berfirman tentang prihal para nabi dan rasul:

(ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽู†ูŽุง ุฑูŽุบูŽุจู‹ุง ูˆูŽุฑูŽู‡ูŽุจู‹ุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ููˆุง ู„ูŽู†ูŽุง ุฎูŽุงุดูุนููŠู†ูŽ) ุงู„ุฃู†ุนุงู… (90).

“Sesungguhnya mereka adalah orang orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan dan menyeruh (beribadah) kepada Kami dalam keadaan berharap dan takut (cemas) dan mereka adalah orang orang yang khusu’ kepada Kami.”

Oleh karena itu hendaklah kita senatiasa berdoa kepada Allah agar ibadah yang kita lakukan dibulan suci ramadhan berupa puasa, qiyamullail, baca Al Qur’an, dzikir, shadakah dan yang lain, semoga semuanya diterima oleh Allah Ta’ala, dan diwaktu yang sama hendaknya kita senatiasa cemas dan khawatir jangan jangan ibadah tersebut tidak diterima dan ditolak oleh Allah.

Allah Ta’ala berfirman tentang sifat orang orang yang beriman,

(ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุขูŽุชูŽูˆู’ุง ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฌูู„ูŽุฉูŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ุฑูŽุงุฌูุนููˆู†ูŽ (60) ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุงุจูู‚ููˆู†ูŽ) (61) ุงู„ู…ุคู…ู†ูˆู†.

“Dan orang-orang yang memberikan (melakukan) apa yang telah mereka berikan (lakukan), sedang hati mereka senatiasa takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya”.

โ€˜Aisyah radhiyallah โ€˜anha

bertanya kepada Nabi tentang maksud ayat diatas seraya berkata:

ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุขูŠูŽุฉู: {ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุขุชูŽูˆู’ุง ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฌูู„ูŽุฉูŒ} ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู: ุฃูŽู‡ูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจููˆู†ูŽ ุงู„ุฎูŽู…ู’ุฑูŽ ูˆูŽูŠูŽุณู’ุฑูู‚ููˆู†ูŽุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ” ู„ูŽุง ูŠูŽุง ุจูู†ู’ุชูŽ ุงู„ุตู‘ูุฏู‘ููŠู‚ูุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ูˆูŽูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽุŒ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฎูŽุงูููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุชูู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ {ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุงุจูู‚ููˆู†ูŽ} [ุงู„ู…ุคู…ู†ูˆู†: 61] “. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ (3175).

โ“ Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini (artinya): “Orang-orang yang melakukan apa yang telah mereka lakukan, sedang hati mereka senatiasa takut”.
“Wahai Rasulullah apakah mereka orang-orang yang meminum khomar (memabukkan), yang mencuri, (sedang ia takut diazab Allah), beliau menjawab: Tidak wahai putri Abu Bakr Ash Shiddiq, akan tetapi mereka adalah orang orang yang sholat, berpuasa dan bershadaqah, sedang mereka takut tidak diterima (amalan)nya, โ€œmereka itulah orang yang bersegera dalam kebaikkan”. (HR. At-Tirmizi (3175))

Inilah yang kita takuti dan khawatirkan diakhir bulan yang penuh berkah ini dan diakhir setiap kataatan dan ibadah yang dikerjakan, terlebih lagi kalau kita membaca dan renungi firman Allah Taโ€™ala,

(ุฅู†ู…ุง ูŠุชู‚ุจู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุชู‚ูŠู†) ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ 27

โ€œSesungguhnya Allah hanya menerima dari orang orang yang bertaqwaโ€.

Yaitu amalan yang berlandaskan iman dan keikhlasan dan hanya mengikuti tuntunan dan sunnah Rasulullah shalallahuโ€™alaihi wasallam.

๐Ÿ“š Imam Hasan Al-Basri rahimahullah perna berkata:

“ุงู„ู…ุคู…ู† ุฌู…ุน ุฅุญุณุงู†ุง ูˆุฎูˆูุงุŒ ูˆุงู„ู…ู†ุงูู‚ ูŠุฌู…ุน ุฅุณุงุกุฉ ูˆุฃู…ู†ุง”.

โ€œOrang beriman menggabungkan antara berbuat baik (dalam ibadah) dan merasa cemas, sedang orang munafik menggabungkan antara kejelekan (dalam beribadah) dan merasa aman.โ€

Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata,

“Semoga Allah menerima amal ibadah dan ketaโ€™atan kita di bulan yang penuh berkah, menyempurnakan kekuranganya dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita, sehingga menjadi orang orang yang meraih kemenangan dan derajat taqwa, amiin.”

โœ Muhammad Nur Ihsan, Hafidzahullah.

Pasar Baru, Pangean โ€“ KUANSING.
29 Ramadhan 1438/24 June 2017

www.aqidatuna.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *